Artikel Linux Ubuntu

pake ubuntu biar ga buntu … :)

Catatan dan artikel Ubuntu Pasuruan

Posted by maspur on March 4, 2008

Catatan mengenai artikel Linux Ubuntu dari arek² Pasuruan kini pindah alamat ke:

 

http://ubuntupasuruan.wordpress.com/

 

http://ubuntupasuruan.wordpress.com/

 

http://ubuntupasuruan.wordpress.com/

 

Posted in Berita, Dekstop, General, Networking | Leave a Comment »

Membuat Flash Disk sebagai Penggati Live CD Ubuntu 7.10

Posted by maspur on March 1, 2008

Menginstall Ubuntu dari USB FlashDisk.

Kelemahan dari cdrom adalah mudah tergores sehingga file² yang tersimpan didalamnya menjadi rusak. Sangat disayangkan jika hal itu terjadi pada cdrom Live CD Ubuntu kita. Dan otomatis kita tidak bisa menjalankan Live CD Ubuntu dong, Sayang kan? Alternatifnya apa?

Jawab: Gunakan usb flash disk minimal 1GB,
kita bisa membuat Live Ubuntu pada flash disk.
Keuntungan cara ini:
(1) data akan berumur panjang selama flah disk tdk rusak.
(2) kecepatan akses flash disk lebih bagus daripada cdrom.

Untuk membuat USB bisa sebagai bootable di perlukan software pembuat bootloader. disini saya menggunakan syslinux untuk membuat USB bootable.

Syslinux ini merupakan utilitas penyedia boot loader pada OS Linux yang dpt bekerja pada sistem file Ext2/Ext3, Fat/Fat32, maupun CDROM. info lengkap disini:

http://www.syslinux.org/

cara instalasi syslinux dari shell:
$ sudo apt-get install syslinux mtools

Setelah proses installasi selesai kemudian mount USB, Biasanya partisi USB ada pada /dev/sdb atau /dev/sdb1, dan di mounting di dalam folder media dengan nama folder usb atau nama label USB tersebut, untuk melihat partisi harddisk dan USB bisa dengan cara :

$ sudo fdisk -l

untuk membuat USB Flsh bisa sebagai bootable dengan syslinux cukup mengetikan perintah ini pada terminal konsole

$ sudo syslinux -s /dev/sdb1

selanjutnya copy semua file yang ada di Live CD Ubuntu 7.10 “Gutsy Ribbon” ke dalam USB

$ sudo cp -rp /media/cdrom/* /dev/sdb1

Setelah proses copy file selesai, ubah nama folder isolinux menjadi syslinux, didalam folder syslinux ganti nama file isolinux.bin dan isolinux.cfg menjadi syslinux.bin dan syslinux.cfg.

Untuk Windows Download file syslinux dari sini , kemudian extrak ke dalam direktori C dengan nama syslinux.

Pada command promt windows masuk ke direktory c:syslinuxwin32, gunakan perintah berikut untuk membuat usb bisa sebagai bootable disk : syslinux -s F: ( asumsi usb drive di F ), kemudian copy semua file di Ubuntu 7.10 Live CD ke dalam USB, sebaiknya gunakan command xcopy /e /h /k d:*.* f: (D sebagai CDROM).

Selanjutnya USB flash sudah bisa di gunakan sebagai penganti Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon Live CD.

Posted in General | 1 Comment »

Installasi Webmin di Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

Webmin adalah aplikasi berbasis web yang diperuntukkan untuk para admin dalam mengelola jaringannya terutama untuk server.
pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstallasi webmin pada Ubuntu. mengapa ubuntu? Yah karena memang saya sedang melakukan riset dengan Ubuntu, jadi buat teman2 yang menggunakan distro lain, dipersilahkan.

1.Untuk Ubuntu

Pertama-pertama tambahkan line berikut pada /etc/apt/source.list :
deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

Setelah itu lakukan upgrade terhadap apt anda.
$ sudo apt-get update

setelah itu lakukan proses instalasi
$ sudo apt-get install webmin

Jika sudah selesai, bukalah browser anda dan ketikkan http://localhost:10000.

Jika gagal cobalah menjalankan webmin secara manual
$ sudo /etc/init.d/webmin start

Jika masih belum bisa ulangilah instalasi sekali lagi:
$ sudo apt-get install webmin

Setelah selesai dan webmin berjalan dengan baik. Cobalah login dengan user root dan password root anda.

2.Untuk Distro lainnya(menggunakan Source)

pastikan bahwa distro linux anda telah terinstall perl5,yang biasanya terletak pada /usr/local/bin/perl atau
/usr/bin/perl, jika belum lakukanlah instalasi perl5 terlebih dahulu. Jika sudah terinstall kedalam sistem ikutilah langkah berikut :

Langkah awal download dahulu file webmin dari http://www.webmin.com
dengan file berextensi .tar.gz

setelah itu lakukanlah extract terhadap file tersebut
root@localhost:/# tar zxvf webmin-1.360.tar.gz
root@localhost:/# cd webmin-1.360

lakukanlah instalasinya
[root@localhost /webmin-1.360]:/# ./setup.sh /usr/local/webmin

yupz jika sudah coba bukalah browser anda dan ketikkan pada addres bar http://localhost:10000

Kemudian Login lah dengan user root dan passwordnya adalah password root pada host anda

Selamat Menikmati kemudahan Webmin.

Posted in Networking | Leave a Comment »

Install DNS Server di Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

Langkah-langkah menginstall DNS Server di Ubuntu.

1. Install dulu daemon bind nya (software untuk dns di linux adalah bind)
#apt-get install bind9

2. Ganti dns di server lo dengan ip lo, misalnya ip lo 192.168.10.1 caranya:
#nano /etc/resolv.conf
– tulis perintah dibawah berikut –

nameserver 192.168.168.1

– berakhir di atas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

3. coba sekarang cek browsing diclient ganti dns 1 nya make ip server lo en dns 2 nya kosongin aja. kalo lo berhasil browsing maka, install dns lo dah sukses.

Cara Buat Domain.
1. setelah buat dns, lanjut dengan mengedit file named.conf
#nano /etc/bind/named.conf

2. dibagian paling bawah tulis konfigurasi berikut:
– mulai nulis di bagian paling bawah –

zone “domainlo.com” IN {
type master;
file “db.domain”;
};

zone “168.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.ipadrs”;
};

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

Ket:
- Untuk bagian zone “domainlo.com” cuma permisalan doang

- Untuk bagian zone “168.168.192.in-addr.arpa” angka disini adalah ip address komputer server yang dibalik. disitu hanya contoh saja. misalnya gini, ip server lo 192.168.168.1 maka diambil tiga angka didepan dan dibalik jadi 168.168.192 . ngerti kan ? jangan dudutz-dudutz amat lah..

3. Pindahkan posisi kita ke folder /var/cache/bind
#cd /var/cache/bind

4. Buat file db.domain
#nano db.domain
– copy kan tulisan dibawah –

; domainlo.com
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.domainlo.com. root.domainlo.com. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
IN A 192.168.168.1
ns1 IN A 192.168.168.1
;mail IN A 192.168.0.2 ; kalo punya server email selain server ini.
www IN A 192.168.168.1
ftp IN A 192.168.168.1 ; ini kalo server lo juga ada ftpnya
;client1 IN A 192.168.168.1 ; We connect to client1 very often.

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter.

5. buat file db.ipadrs
– copy tulisan dibawah –

; domainlo.com
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.domainlo.com. root.domainlo.com. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
ns1 IN PTR 192.168.168.1
1 IN PTR ns1
1 IN PTR ns1.domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpan make ctrl+x tekan y kemudian enter

ket: Angka 1 pada dua bagian terakhir yang bersebelahan dengan IN adalah angka belakang pada ip address. jadi kalo ip address server lo 192.168.168.10 , maka ditulis 10 . Disini permisalan ip address server kita akhirannya 1.

6. Setting file resolv.conf
#nano /etc/resolv.conf

– tulis bagian dibawah –

search domainlo.com
nameserver 192.168.168.1
domain domainlo.com
domain http://www.domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpen dengan ctrl+x tekan y kemudian enter.

7. Buat file options di folder /etc/network
# nano /etc/network/options
– isikan seperti dibawah ini –

ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no

– berakhir disini –
simpen make ctrl+x tekan y kemudian enter.

8. edit juga file hosts di folder /etc
#nano /etc/hosts

– tambahkan dibawahnya –

192.168.168.1 domainlo.com

– berakhir diatas tulisan ini –
simpen seperti biasa

9. restart program bind dan network nya
#/etc/init.d/bind9 restart
#/etc/init.d/networking restart

10. Test dengan perintah
#dig domainlo.com

Posted in Networking | Leave a Comment »

Cara Install DHCP Server pada Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

Sebelumnya disini diasumsikan bahwa dhcp server yang akan dibuat :

* Menggunakan interface eth0
* Range IP Addres nya : 192.168.0.100 to 192.168.0.200
* Subnet Mask: 255.255.255.0
* DNS Servers: 202.188.0.133, 202.188.1.5
* Domains: tm.net.my
* Gateway Address: 192.168.0.1

Oke, sekarang langsung aja kita mulai!

BismillahirahmanirRahim,

* Pertama-tama install terlebih dahulu dhcp3-server melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :

sudo apt-get install dhcp3-server

* Lalu kita akan melakukan perubahan pada file tersebut dengan menggunakan gedit, Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default

sudo cp /etc/default/dhcp3-server /etc/default/dhcp3-server_backup
gksudo gedit /etc/default/dhcp3-server

* Selanjutnya temukan baris di bawah ini :

INTERFACES=””

lalu ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

INTERFACES=”eth0″

* Simpanlah file tersebut

* Selanjutnya kita akan melakukan perubahan pada file konfigurasinya, tetapi sebelumnya sperti di atas backup dahulu file tersebut

sudo cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf_backup
gksudo gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf

* Temukan baris – baris di bawah ini

# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

lalu ganti baris-baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;

* Temukan lagi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}

dan ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5;
option domain-name “tm.net.my”;
option routers 192.168.0.1;
option broadcast-address 192.168.0.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

* Simpan file yang telah diedit tersebut!

* Sekarang restart dhcp server dengan mengetikan perintah di bawah ini:

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

Setelah kita berhasil melakukan semua hal di atas maka kita telah selesai membuat sebuah DHCP Server pada Ubuntu Feisty. Karena tulisan ini masih menggunakan versi Feisty maka anda silahkan menyesuaikan jika menggukan versi ubuntu terbaru. :D

Posted in Networking | Leave a Comment »

Memainkan File .rmvb Menggunakan MPlayer

Posted by maspur on February 26, 2008

tulisan ini saya ambil dari:
http://www.simplehelp.net/2007/07/27/how-to-play-rmvb-files-in-ubuntu/
silahkan diartikan sendiri yah :p

This tutorial will take you step by step through installing all of the software necessary to play rmvb (RealMedia Variable Bitrate) files in Ubuntu Linux.

Though the steps and screenshots are specific to Ubuntu, they will likely be similar for other versions of Linux. With that said, be sure to read the MPlayer README file if you’re not using Ubuntu. Similar to some of the other tutorials on Simplehelp, this is almost certainly not the only way to play .rmvb files in Ubuntu, but it’s the easiest way I could find. If you know of a easier method, by all means please feel free to leave a comment.

  1. The first step in playing .rmvb files in Ubuntu is to use the Synaptic Package Manager to install MPlayer. When you mark MPlayer for installation, you’ll be prompted to install additional software packages (if they’re not already installed).
  2. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  3. After MPlayer has been installed, exit out of the Synaptic Package Manager and visit the MPlayer binary codec download page. Download the codec package for your platform (for example, if you’re using a 32bit Intel or AMD processor, download the Linux x86 package).Save the file to your desktop (or home folder). Once the download has completed, double-click that file. Select the folder to uncompress, and click the Extract button.

    play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  4. Choose a location to extract the files (your desktop is ideal) and again click Extract.
  5. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  6. Make sure the files extracted correctly. They’ll be in a folder titled essential-date.
  7. play rmvb files in ubuntu linux

  8. Open up a Terminal by selecting Applications -> Accessories -> Terminal.
  9. play rmvb files in ubuntu linux

  10. Enter the following commands (and your password when prompted):

    cd Desktop
    cd essential-date
    sudo mkdir /usr/lib/win32
    sudo cp * /usr/lib/win32

  11. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  12. Launch MPLayer by selecting Applications -> Sound & Video -> MPlayer Movie Player. Right-click in the Mplayer – Video window and select Preferences from the menu.
  13. play rmvb files in ubuntu linux

  14. Select the Video tab and change the Available drivers: to x11 X11 (XImage/Shm).
  15. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  16. Select the Codecs & demuxer tab and change the Video codec family: to RealVideo decoder and the Audio codec family: to FFmpeg/libavcodec audio decoders. When you’re done, click OK and close down MPlayer.
  17. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  18. Locate one of your .rmvb files, right-click it and select Properties.
  19. play rmvb files in ubuntu linux

  20. Select the Open With tab and change whatever the default is to MPlayer Movie Player. Click Close.
  21. play rmvb files in ubuntu linux
    click to enlarge

  22. Double-click any of your .rmvb files and they should open up in MPlayer and start playing.
  23. play rmvb files in ubuntu linux

var authorId = “C44AE2E4-CB3F-4B3F-AFC5-FF02FEF46803″; var pageOrientation = “1″; var topMargin = “0.5″; var bottomMargin = “0.5″; var leftMargin = “0.5″; var rightMargin = “0.5″;

Posted in Dekstop | Leave a Comment »

Install Codec Multimedia di Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

Jalankan command line berikut untuk install codec buat player yang terinstall di ubuntu kita. Sebelum menjalankan command line di bawah ini, jangan lupa untuk mengaktifkan tambahan repositori pada ubuntu anda dengan mengakses Sytem–>Administration–>Software Sources. Lalu centang semua seperti gambar di bawah ini.

Setelah ituu baru jalankan command line dibawah ini.

sudo apt-get install gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-fluendo-mp3 gstreamer0.10-plugins-ugly
sudo apt-get install gstreamer0.10-pitfdll gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-plugins-bad-multiverse gstreamer0.10-plugins-ugly gstreamer0.10-plugins-ugly-multiverse

Semoga berhasil…

Posted in Dekstop | Leave a Comment »

Menambah Font Windows pada Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

Install font Windows (.ttf) ke mesin Ubuntu, ada beberapa cara :
1. Via apt-get
$sudo apt-get install msttcorefonts
cara ini hanya bisa dilakukan jika anda terhubung ke internet.

2. Copy fonts di Ms. Windows ke Ubuntu dengan cara:
a. Copy font-font ada di folde C:WindowsFonts ( ber extensi .ttf)
b. Copy-kan ke dalam folder Ubuntu dan set permission foldernya ke mode 644
$ sudo cp ~/fontwin/* /usr/share/fonts/truetype/msttcorefonts/.
$ sudo chmod -R 644 /usr/share/fonts/truetype/msttcorefonts/
c. Update font
$ sudo fc-cache -f -v
d. Test font.
buka OpenOffice dan sekarang semua fonts windows sudah ada di OpenOffice.

Ref: http://easylinux.info/wiki/Ubuntu#How_to_install_Extra_Fonts

Posted in Dekstop | 5 Comments »

Selayang Pandang Ubuntu

Posted by maspur on February 26, 2008

INTRO

Distro (baca:macam) linux sekarang ini sudah banyak sekali baik itu yang bersifat komersial maupun yang gratis. Linux, Microsoft, dan Macintosh adalah produsen Sistem Operasi. Namun hanya Linux yang bersifat non-komersial/gratis dan tidak menyertakan lisensi dari system operasinya. Seperti yang kita ketahui Microsoft XP Professional lisensinya menyentuh harga jutaan bayangkan bila seorang newbie (pemula) yang ingin membeli komputer lengkap harus dipusingkan dengan lisensi system operasi yang disunakanya, bila harga Pentium D berkisar di 4 jutaan maka total harga satu PC lengkap dengan system operasinya mencapai 5 jutaan dan itupun belum termasuk program tambahan lainya .

Semenjak pemerintah memberlakukan UU no.9 Tahun 2002 tentang hak cipta maka banyak pemakai komputer yang mencari system operasi yang bersifat non-fee/gratis. Tentu para pemakai komputer mempunyai alasan finansial untuk menjawab migrasinya ke linux. Linux sendiri ada yang bersifat komersial dan gratis, Linux yang komersial antara lain adalah Mandrake Premium, Suse Linux, RedHat, Xandros Premium dan sedangkan yang bersifat free lebih bnyak lagi diantaranya adalah Debian, Knoppix, Simpli Mepis, Fedora Core, dan Ubuntu.

ASAL MUASAL UBUNTU

Ideologi Ubuntu berasal dari Afrika Utara yaitu tentang kesetiaan dan persahabatan (relationship) dengan sesama. Kata untu berasal dari bahasa Zulu dan Xhosa (“oo-Boon-too”) yang berasal dari konsep kuno Afrika, yang melandasi prinsip dari Republik Afrika Utara dan selaras dengan Ide Renaisance di Orang Afrika. Ubuntu sendiri memiliki filosofi sebagai berikut:

  1. Setiap pengguna komputer seharusnya mendapat kebebasan untuk menjalankan, mengkopy, mendistribusikan, mempelajari, berbagi, melakukan perubahan, dan meningkatkan software mereka untuk banyak tujuan, tanpa harus membayar lisensi.

  2. Setiap pengguna komputer seharusnya dapat menggunakan sofware mereka dalam bahasa pilihan mereka.

  3. Setiap pengguna komputer seharusnya diberikan kesempatan yang sama untuk emnggunakan software, meskipun mereka bekerja dalam kondisi ketidak mampuan (cacat).

Berangkat dari pemikiran seperti itu lah maka Canonical Ltd mendukung penuh proyek Ubuntu ini, Mark Shuttleworth sebagai pemilik Canonical Ltd menyiapkan dana sebesar US$10 Juta untuk pengembangan proyek Ubuntu. Tepatnya pda tanggal 20 Oktober 2004 untuk pertama kalinya Ubuntu merilis versi 4.10 dengan code name the Warty Warthog, menyusul versi 5.10 (Breezy Badger) dan yang terakhir adalah versi 6.06 LTS (Dapper Drake).

Ubuntu

Ubuntu adalah turunan dari distro Linux jenis Debian unstable (sid), Ubuntu merupakan project untuk komunitas, yang bertujuan untuk menciptakan sebuah sistem operasi beserta dengan paket aplikasinya yang bersifat free dan open source, karena Ubuntu mempunyai prinsip untuk selamanya bersifat gratis (free of charge) dan tidak ada tambahan untuk versi enterprise edition. Dalam website nya disebutkan bahwa Ubuntu Tim Ubuntu memberikan hasil kerjanya untuk semoa orang dalam pengertian free/gratis yang sama. Ubuntu juga juga tersedia dalam banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia asli bukan bahasa Melayu, karena Tim Ubuntu memiliki tim penerjemah dan memberikan yang terbaik.

 

A person with ubuntu is open and available to others, affirming of others, does not feel threatened that others are able and good, for he or she has a proper self-assurance that comes from knowing that he or she belongs in a greater whole and is diminished when others are humiliated or diminished, when others are tortured or oppressed.”

Dukungan yang serius ditunjukkan dengan Ubuntu selalu mengeluarkan update Softwarenya minimal setiap 18 Bulan dan pada setiap rilis Ubuntu versi terbarunya. Yang Lebih menarik adalah Perusahaan Canonical ltd sebagai pemilik Ubuntu siap mengirimkan paket CD Ubuntu secara gratis kepada setiap pemesan yang menginginkan CD Ubuntu, pemesanan CD Ubuntu secara gratis ini dapat melalui Website Ubuntu di http://www.ubuntu.com. Menurut sumber-sumber di milis Linux Indonesia dan Milis ubuntu-id@google.com bahwa jangka waktu pemesanan dan pengiriman berkisar antara 3-2 bulan setelah kita memesan dari internet, dalam pemesanan itu kita dapat memilih jenis Ubuntu, berapa banyak CD yang dipesan, dll.

JENIS UBUNTU

Tampilan Desktop Ubuntu secara default menggunakan desktop Gnome, namun bukan berarti Ubuntu hanya Gnome saja tapi Ubuntu support terhadap KDE dan diberi nama Kubuntu, sedangkan yang menggunakan desktop XFCE diberi nama Xubuntu, Ubuntu juga tersedia untuk kalangan akademia yang diberi nama Edubuntu yang sangat powerful untuk sekolah karena dapat membantu manajemen sekolah dan menajemen labolatorium dengan baik serta dukungan terhadap hardware tua yang diberi nama online learning. Untuk versi Server tersedia juga Ubuntu Server, namun perbedaan yang mencolok di Ubuntu server ini adalah tidak menggunakan desktop sama sekali, jadi user harus menggunakan Text Mode untuk mengoperasikannya. Tentunya Ubuntu Server ini sangat meringankan beban kinerja Server sehingga server tidak repot-repot untuk mengolah tampilan desktop.

KELEBIHAN UBUNTU

Ubuntu memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:

  1. Gratis dan gratis (Free of Charge)

Tidak perlu diragukan lagi bahwa Ubuntu gratis siap di download atau dapat memperolehnya via pemesanan CD, dan pemesanan CD pun gratis dari Belanda.

  1. Support terhadap bermacam aplikasi

Aplikasi yang di support oleh Ubuntu banyak sekali jumlahnya, menurut sumber terakhir bahwa program yang dapat di support Ubuntu mencapai 16.000 buah aplikasi. Dalam CD Ubuntu, secara otomatis dalam komputer akan di isi program antara lain Open Office, Mozilla Firefox, Konqueror, Synaptic Package Manager, GIMP, dan lain-lainya. Bila pengguna Ubuntu masih kurang puas dengan program bawaan CD Ubuntu maka pengguna dapat menginstall program-program yang terdapat di DVD Ubuntu. Walaupun Ubuntu adalah sistem operasi gratis namun Ubuntu dapat juga support bila di install aplikasi non-free (komersial).

  1. Dukungan penuh terhadap segala jenis komputer

Disinilah salah satu kehebatan sistem operasi yang bebasiskan Debian, Debian merupakan ruh dari Ubuntu sedangkan Debian sendiri telah diakui dunia sebagai sistem operasi yang dapat mensupport berbagai macam spesifikasi komputer Ubuntu support terhadap prosesor i386 (386/486/Pentium(II/III/IV) and Athlon/Duron/Sempron processors), AMD64 (Athlon64, Opteron, dan generasi baru 64-bit Intel processors (Intel EM64T)), and PowerPC (iBook/Powerbook, G4 and G5) architectures.

ENDING

Ubuntu, dengan segala kelebihan dan kekuranganya telah memberikan wajah baru di dunia IT. Fleksibel, kemudahan dan dukungan yang serius membuat Ubuntu menjadikan nya sistem operasi yang paling banyak di gunakan setelah SUSE . Hal ini sangat membanggakan karena usia Ubuntu yang belum genap empat tahun sudah menyalip Suse, Mandriva, RedHat, Knoppix, bahkan Debian sendiri. Bila anda suka terhadap tantangan dan masih newbie di dunia linux tidak salah bila mencoba Ubuntu, atau bila tak ingin meninggalkan Windows, Ubuntu dapat berjalan berdampingan dengan Windows. Namun saya menganjurkan untuk mencoba dulu Ubuntu di program simulator seperti VMWare Workstation. Selamat Mencoba.

Sumber:

http://www.ubuntu.com

http://www.kubuntu.org

http://www.xubuntu.org

http://www.edubuntu.com

http://id.wikipedia.org

http://www.linux.org

http://www.debian.org

Majalah Info Linux Bulan Agustus 2006

Mahyuddin Susanto

Ketua LPP IMM Komisariat Tawang Alun Universitas Jember, Anggota divisi Workshop Himpunan Mahasiswa Elektro

Dirjen HAKI mnegemukakan bahwa 85% Software yang beredar di Indonesia adalah bajakan , Sumber Harian Kompas 23 Juli 2003 http://www.kompas.co.id

Sumber http:///www.distrowatch.com

Posted in Berita | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.